082311771819 yppm.maluku@gmail.com
FGD Identifikasi Kelompok Pengelola dan Tim Pengawasan

FGD Identifikasi Kelompok Pengelola dan Tim Pengawasan

Desa Bara,  – Yayasan Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (YPPM) Maluku bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Identifikasi Kelompok Pengelola dan Tim Pengawasan Pembentukan Koperasi Nelayan Desa Bara”.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah awal dalam pembentukan koperasi nelayan yang dikelola secara mandiri, yaitu dari nelayan, oleh nelayan, dan untuk nelayan. FGD melibatkan pemerintah desa, perwakilan nelayan, tokoh masyarakat, serta mitra pendamping.

Dalam kegiatan tersebut, peserta bersama-sama melakukan identifikasi calon pengurus koperasi, tim pengawas, serta membahas struktur kelembagaan yang sesuai dengan kebutuhan nelayan setempat. Proses ini dilakukan secara partisipatif guna memastikan keterwakilan dan transparansi dalam pengelolaan koperasi ke depan.

Perwakilan YPPM Maluku menyampaikan bahwa pembentukan koperasi nelayan merupakan salah satu upaya strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat pesisir. Melalui koperasi, nelayan diharapkan dapat meningkatkan posisi tawar, memperluas akses pasar, serta memperoleh layanan usaha yang lebih adil.

Para nelayan yang hadir menyambut baik rencana pembentukan koperasi ini. Mereka menilai bahwa koperasi dapat menjadi wadah bersama untuk mengelola usaha perikanan, simpan pinjam, hingga pemasaran hasil tangkapan secara kolektif.

Selain itu, dalam FGD juga dibahas mekanisme pengawasan internal guna memastikan pengelolaan koperasi berjalan secara profesional, akuntabel, dan sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan. Tim pengawasan nantinya akan berperan dalam menjaga transparansi dan kepercayaan anggota.

Pemerintah Desa Bara turut menyatakan dukungannya terhadap inisiatif ini dan berkomitmen untuk mendampingi proses pembentukan koperasi sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan proses pembentukan koperasi nelayan Desa Bara dapat segera terwujud dan menjadi motor penggerak peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

YPPM Maluku Gelar FGD Digital Consent Form Bersama Nelayan Desa Bara

YPPM Maluku Gelar FGD Digital Consent Form Bersama Nelayan Desa Bara

Desa Bara,  – Yayasan Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (YPPM) Maluku bekerja sama dengan Blue Ventures Indonesia menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Digital Consent Form” bersama pemerintah desa, nelayan, dan pembeli hasil perikanan di Desa Bara.

Kegiatan ini bertujuan untuk meminta persetujuan para nelayan dalam rangka pelaksanaan pendataan secara rutin dan berkelanjutan. Pendataan tersebut diharapkan dapat mendukung pengelolaan perikanan yang lebih baik serta meningkatkan keterbukaan informasi mengenai potensi nelayan Desa Bara.

FGD berlangsung secara partisipatif dengan melibatkan berbagai pihak terkait, mulai dari aparat pemerintah desa, perwakilan nelayan, hingga pembeli ikan. Dalam diskusi tersebut, tim YPPM Maluku dan Blue Ventures Indonesia menjelaskan manfaat pendataan digital, mekanisme pengumpulan data, serta jaminan keamanan dan kerahasiaan informasi nelayan.

Melalui kegiatan ini, para nelayan Desa Bara menyatakan persetujuan dan dukungannya terhadap pelaksanaan pendataan rutin. Mereka menilai bahwa kegiatan ini dapat membantu mempromosikan potensi perikanan lokal, memperluas akses pasar, serta meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Salah satu perwakilan nelayan menyampaikan bahwa pendataan digital akan memudahkan masyarakat luas untuk mengenal aktivitas dan hasil tangkapan nelayan Desa Bara. Dengan demikian, diharapkan produk perikanan lokal dapat lebih dikenal dan memiliki nilai jual yang lebih baik.

Perwakilan YPPM Maluku menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola perikanan berbasis masyarakat. Pendataan yang dilakukan secara rutin akan menjadi dasar dalam penyusunan program pemberdayaan nelayan ke depan.

Sementara itu, Blue Ventures Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat pesisir dalam pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan. Melalui sistem pendataan yang transparan dan akuntabel, diharapkan praktik perikanan ramah lingkungan dapat terus dikembangkan.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, YPPM Maluku dan Blue Ventures Indonesia berharap terjalin sinergi yang kuat antara masyarakat, pemerintah desa, dan mitra pendukung. Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong kemajuan sektor perikanan Desa Bara serta meningkatkan eksposur nelayan kepada masyarakat luas.

Community Profiling Bersama Perangkat Desa di Desa Bara

Community Profiling Bersama Perangkat Desa di Desa Bara

YPPM Maluku bersama Blue Ventures melaksanakan kegiatan community profiling melalui diskusi bersama perangkat desa di Desa Bara. Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi sosial, tata kelola desa, serta potensi dan tantangan perikanan yang dihadapi masyarakat pesisir.

Diskusi difokuskan pada peran perangkat desa dalam pengelolaan sumber daya laut, kebijakan dan aturan lokal yang telah berjalan, serta peluang kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat dalam mendukung praktik perikanan berkelanjutan. Melalui proses ini, suara dan pengetahuan lokal menjadi dasar penting dalam perencanaan program yang kontekstual dan berpihak pada kebutuhan desa.

Hasil community profiling ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara masyarakat dan pemerintah desa, serta menjadi landasan dalam merancang intervensi program yang berkelanjutan, adil, dan selaras dengan kondisi lokal di Desa Bara.

Community Profiling melalui FGD Nelayan dan Pembeli

Community Profiling melalui FGD Nelayan dan Pembeli

Kegiatan community profiling dilaksanakan melalui Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan nelayan dan pembeli hasil perikanan sebagai aktor utama dalam rantai nilai perikanan lokal. FGD ini bertujuan untuk menggali kondisi sosial-ekonomi masyarakat pesisir, pola produksi dan distribusi hasil tangkapan, hubungan antara nelayan dan pembeli, serta tantangan dan peluang yang dihadapi dalam praktik perikanan sehari-hari.

Dalam FGD, nelayan menyampaikan informasi terkait jenis alat tangkap, musim penangkapan, volume dan kualitas hasil tangkapan, serta kendala yang dihadapi seperti fluktuasi harga, biaya operasional, dan akses pasar. Sementara itu, pembeli memberikan perspektif mengenai mekanisme penentuan harga, permintaan pasar, standar kualitas produk, serta pola kerja sama yang selama ini terjalin dengan nelayan.

Hasil FGD menjadi dasar untuk memetakan kebutuhan, kepentingan, dan relasi antar pemangku kepentingan di tingkat komunitas. Informasi ini digunakan sebagai bahan penyusunan rekomendasi program yang lebih responsif terhadap kondisi lokal, mendorong praktik perikanan berkelanjutan, serta memperkuat posisi tawar nelayan dalam rantai nilai perikanan.

Training Enumerator Pendataan Perikanan

Training Enumerator Pendataan Perikanan

Kegiatan Training Enumerator Pendataan Perikanan dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan akurasi data perikanan berbasis masyarakat. Data yang valid dan terstandar menjadi fondasi penting dalam perencanaan pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan, perumusan kebijakan, serta penyusunan program pemberdayaan nelayan.

Pelatihan ini bertujuan untuk membekali para enumerator dengan pemahaman konseptual dan keterampilan teknis terkait metodologi pendataan perikanan, termasuk jenis data yang dikumpulkan, teknik wawancara dengan nelayan, penggunaan instrumen survei, serta prinsip etika dan akurasi dalam pengumpulan data lapangan. Enumerator juga dilatih untuk memahami konteks sosial dan budaya masyarakat pesisir agar proses pendataan dapat dilakukan secara partisipatif dan sensitif terhadap kondisi lokal.

Materi pelatihan mencakup pengenalan dasar pendataan perikanan, klasifikasi alat tangkap dan jenis hasil tangkapan, pencatatan hasil produksi, lokasi dan waktu penangkapan, serta pengolahan dan validasi data awal.  Pelatihan dilengkapi dengan simulasi wawancara dan praktik pengisian formulir pendataan guna memastikan enumerator mampu menerapkan materi secara langsung di lapangan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para enumerator memiliki kapasitas yang memadai untuk melaksanakan pendataan perikanan secara konsisten, akurat, dan bertanggung jawab. Hasil pendataan yang dihasilkan akan menjadi rujukan penting bagi pemangku kepentingan dalam mendukung pengelolaan perikanan yang berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan.