oleh YPPM Maluku | Nov 11, 2025 | Berita
Ambon, 09 November 2025 — YPPM Maluku memulai rangkaian program kerja sama dengan Blue Ventures melalui kegiatan Sosialisasi Program yang berlangsung di Balai Pertemuan Desa Bara. Kegiatan ini dihadiri oleh pemerintah desa, rumah tangga nelayan, serta para pembeli yang menjadi bagian dari rantai ekosistem perikanan lokal.

Sosialisasi ini bertujuan memperkenalkan tujuan program, rencana intervensi, serta ruang lingkup kegiatan yang akan dilaksanakan di desa. Selain itu, YPPM Maluku juga menyampaikan permohonan izin dan dukungan kepada masyarakat serta pemangku kepentingan desa, mengingat setiap tahapan program akan melibatkan mereka secara aktif.
Direktur YPPM Maluku menekankan pentingnya kerja kolaboratif antara lembaga, pemerintah desa, dan masyarakat. “Kami hadir untuk bekerja bersama. Partisipasi masyarakat dan pemerintah desa sangat menentukan keberhasilan program ini,” ujarnya.

Direktur YPPM Maluku, Abdulgani Fabanjo menjelaskan tujuan program perikanan berkelanjutan
Masyarakat Desa Bara menyambut baik rencana program dan menyampaikan kesiapan mereka untuk terlibat, terutama terkait pendataan awal, penguatan kapasitas nelayan, serta langkah-langkah menuju perikanan yang lebih berkelanjutan.
Pertemuan Lanjutan dengan Dinas Perikanan Kabupaten Buru
Pada hari berikutnya, YPPM Maluku melaksanakan pertemuan dengan Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Buru, M. Soumena. Pertemuan ini membahas pentingnya sinergi antar-lembaga dalam mendukung pengelolaan perikanan yang berkelanjutan dan responsif terhadap kondisi lapangan.

M. Soumena menyampaikan apresiasinya serta berharap program YPPM Maluku dapat memberi dampak positif bagi desa sasaran. Ia juga menekankan bahwa edukasi bagi masyarakat sangat penting untuk mendukung keberhasilan program.
“Kami berharap intervensi YPPM Maluku dapat membantu pemerintah dalam memberikan pemahaman terkait program yang akan dijalankan. Kami juga berharap setiap perkembangan di lapangan dapat dikaitkan dengan dinas agar informasi yang di dapatkan bisa langsung segera kami update,” ujarnya.
Pertemuan ini menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terlibat dan terus memantau perkembangan kegiatan di lapangan.
Dengan terlaksananya sosialisasi di Balai Pertemuan Desa Bara serta koordinasi dengan Dinas Perikanan Kabupaten Buru, program YPPM Maluku dengan Blue Ventures resmi memasuki fase implementasi dengan dukungan penuh dari masyarakat dan pemerintah daerah.
oleh YPPM Maluku | Okt 30, 2025 | Berita
Ambon — YPPM Maluku menyelenggarakan Forum Kampus untuk Demokrasi pada 30 Oktober 2025 di Caffe Alfath, Kebun Cengkeh, Kota Ambon. Kegiatan ini mempertemukan mahasiswa, akademisi, dan koalisi muda untuk memperkuat peran kampus dalam menjaga ketahanan demokrasi di tengah dinamika politik nasional.
Kegiatan ini dipandu oleh Moderator: Fauziah Ngabalin, yang membuka ruang dialog interaktif dan partisipatif bagi seluruh peserta.
Forum ini menghadirkan dua narasumber utama:
M. Saleh Suat., SH., MH., CLD (UIN A.M. Sangadji Ambon) dan Said Lestaluhu, S.Sos., M.Si (Universitas Pattimura/UNPATTI)

Dalam pemaparannya, M. Saleh Suat menyoroti urgensi penyelarasan regulasi pemilu dan pilkada melalui revisi RUU Kepemiluan. Ia menekankan bahwa kodifikasi aturan diperlukan untuk menghindari tumpang tindih kewenangan serta memperkuat kepastian hukum dalam penyelenggaraan pemilu.
Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pandangan peserta terkait transparansi pemilu, efektivitas penegakan hukum, dan peran akademisi dalam mendorong regulasi kepemiluan yang adil dan inklusif.

Sementara itu, Said Lestaluhu menegaskan pentingnya peran kampus sebagai ruang kritis bagi pemuda. Menurutnya, mahasiswa perlu terlibat aktif dalam isu demokrasi karena kampus merupakan pusat pembentukan kesadaran publik dan penguatan literasi politik.
Kegiatan ini menghasilkan sejumlah rekomendasi untuk memperkuat jejaring lintas kampus serta meningkatkan kapasitas pemuda dalam memahami isu demokrasi dan kepemiluan di Maluku.
oleh YPPM Maluku | Okt 28, 2025 | Uncategorized
Kolaborasi Bawaslu Maluku, YPPM Maluku, dan Perempuan Cipayung Kota Ambon
Dalam semangat memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97 tahun 2025, Yayasan Penguatan Partisipasi, Inisiatif dan Kemitraan Masyarakat (YPPM) Maluku berkolaborasi dengan Bawaslu Provinsi Maluku dan Perempuan Cipayung Kota Ambon menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Refleksi Bersama: Pemudi Bergerak, Demokrasi Bersatu”, yang berlangsung di Café Alfath, Kebun Cengkeh – Ambon, pada Selasa, 28 Oktober 2025.

Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bagi generasi muda Maluku untuk meneguhkan kembali semangat Sumpah Pemuda dalam konteks demokrasi masa kini. Dengan menghadirkan dua narasumber utama — Ibu Astusi Usman, S.Ag., MH (Komisioner Bawaslu Provinsi Maluku) dan Bapak Benico Ritiauw, M.A (Akademisi FISIP Universitas Pattimura Ambon) — diskusi berlangsung hangat dan inspiratif.

Moderator kegiatan, Megalina, memandu jalannya acara dengan interaktif, membuka ruang dialog kritis antara peserta dan narasumber mengenai peran generasi muda dalam memperkuat nilai-nilai demokrasi yang inklusif, adil, dan berkeadaban.
Kegiatan yang dihadiri oleh perwakilan Komunitas Perempuan Cipayung Kota Ambon, Koalisi Milenial Inklusi, Alumni SKPP, jurnalis, AMGPM, INDEEV, dan pegiat literasi ini menghasilkan berbagai gagasan dan rekomendasi penting tentang bagaimana pemudi dan pemuda dapat terus berkontribusi dalam menjaga keutuhan bangsa serta mendorong partisipasi politik yang sehat di Maluku.
Acara ditutup dengan pembacaan Ikrar Sumpah Pemuda, yang menjadi simbol semangat kolaboratif generasi muda dalam memperkuat demokrasi dan persatuan Indonesia.
oleh YPPM Maluku | Okt 22, 2025 | Berita
Ambon, 21 Oktober 2025 – Yayasan Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (YPPM) Maluku bersama dengan Universitas Islam Negeri Abdul Muthalib Sangadji Ambon (UIN A.M. Sangadji) menyelenggarakan Diskusi Publik bertema “Demokrasi dan Regulasi Pemilu : Meninjau RUU Kepemiluan, Mewujudkan Pemilu yang Demokratis dan Inklusif” di Auditorium UIN A.M. Sangadji Ambon.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai kalangan akademisi dan penyelenggara pemilu, antara lain Dr. Saidin Ernas (Dosen UIN AMSA) M. Iqbal Kholidin (Peneliti PERLUDEM), Dr. Reni H. Nendisa (Akademisi UNPATTI), dan M. Shaddek Fuad (Ketua KPU Provinsi Maluku), serta dimoderatori oleh Benico Ritiauw, MA (Akademisi UNPATTI).
Kegiatan dibuka secara langsung oleh Walikota Ambon yang di wakilkan oleh Asisten I Bapak N. Edwin J. Pattikawa dengan simbolis memukul tifa.

Direktur YPPM Maluku, Abdulgani Fabanjo, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, diskusi publik ini menjadi ruang penting untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap dinamika demokrasi dan regulasi pemilu di Indonesia.
“Kegiatan ini bukan sekadar ruang diskusi, tetapi juga wadah refleksi bagi kita semua untuk meninjau kembali arah demokrasi agar tetap berpihak pada rakyat,” ujar Fabanjo.
Sementara itu, Rektor UIN A.M. Sangadji Ambon, Dr. Abidin Wakano, M.Ag, menilai kegiatan tersebut sebagai langkah awal dalam membangun kesadaran kritis masyarakat terhadap proses dan praktik pemilu yang sering kali menimbulkan keganjilan di lapangan.

Diskusi ini juga menjadi bagian dari program Democratic Resilience (Demres) yang dijalankan YPPM Maluku sejak 2021. Program tersebut berfokus pada penguatan ketahanan demokrasi dan perluasan ruang sipil melalui keterlibatan kelompok perempuan, disabilitas, dan anak muda.
Melalui forum ini, para peserta yang berasal dari unsur penyelenggara pemilu, organisasi masyarakat sipil, akademisi, jurnalis, dan mahasiswa diharapkan dapat memberikan masukan dan rekomendasi strategis terhadap Rancangan Undang-Undang Kepemiluan (RUU Pemilu) agar lebih partisipatif, berkeadilan, dan inklusif.
YPPM Maluku menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada UIN A.M. Sangadji Ambon atas dukungan dan kerja samanya sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar, juga kami sampaikan kepada seluruh narasumber, moderator, dan peserta, serta pengisi acara yang telah berpartisipasi aktif, memberikan gagasan, serta memperkaya diskusi dengan pandangan yang konstruktif.
Sinergi dan kolaborasi ini menjadi langkah penting untuk terus mendorong ruang-ruang dialog yang demokratis, inklusif, dan berdaya bagi masyarakat Maluku.
oleh YPPM Maluku | Okt 18, 2025 | Berita
Ambon, 18 Oktober 2025 — Yayasan Penguatan Partisipasi Masyarakat (YPPM) Maluku bersama Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Ranting Maranatha dan Firdaus menyelenggarakan kegiatan Diskusi Pemuda: Memperkuat Ketahanan Demokrasi di Aula Basement Gereja Bethania, Jalan A. Yani, Ambon.
Kegiatan yang diikuti oleh 30 peserta ini bertujuan memperdalam pemahaman pemuda gereja tentang prinsip dasar demokrasi serta mendorong keterlibatan aktif mereka dalam menjaga nilai-nilai keadilan dan partisipasi publik.
Dalam pembukaan kegiatan, perwakilan YPPM Maluku menegaskan pentingnya ruang refleksi bagi pemuda gereja untuk berperan dalam kehidupan sosial dan politik di tengah masyarakat.

Pemuda Gereja sebagai Terang dan Garam di Tengah Dunia
Dalam sesi pertama, Dorisco Kainama membawakan materi bertema “AMGPM, Demokrasi, dan Masa Depan Maluku.” Ia menekankan bahwa demokrasi bukan hanya sistem politik, tetapi juga ruang hidup bersama yang membutuhkan partisipasi, keadilan, dan tanggung jawab moral.
“Pemuda gereja tidak hanya hidup untuk pelayanan di gereja, tetapi juga terpanggil untuk menjadi terang dan garam di tengah masyarakat,” ujar Dorisco Kainama.
Dorisco juga mengingatkan bahwa sejarah panjang demokrasi di Indonesia dan Maluku menunjukkan pentingnya peran pemuda gereja sebagai agen perdamaian dan penjaga nilai kemanusiaan.
Anak Muda sebagai Subjek Demokrasi
Selanjutnya, Salidin Wally menyampaikan materi “Anak Muda Mengawal Demokrasi.” Ia mengajak peserta untuk lebih aktif dalam partisipasi politik, pengawasan publik, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi dan literasi demokrasi.
“Anak muda bukan hanya objek demokrasi, tapi subjek utama yang menentukan arah masa depan bangsa. Demokrasi yang sehat hanya akan tumbuh jika generasi muda berani berpikir kritis, bertindak jujur, dan menjaga nilai-nilai kebebasan serta keadilan sosial,” tegasnya.
Dialog Dipandu Moderator
Diskusi interaktif ini dipandu oleh Amel Veronika yang berhasil menghidupkan suasana dialog melalui pertanyaan-pertanyaan reflektif dan diskusi terbuka antar peserta.
Refleksi dan Komitmen Bersama
Diskusi berjalan dinamis dengan peserta menyoroti tantangan seperti apatisme politik, disinformasi, serta minimnya ruang partisipasi pemuda dalam proses demokratis. Dari hasil refleksi, para pemuda gereja berkomitmen untuk terus berperan sebagai agen perdamaian dan penggerak nilai-nilai demokrasi di lingkungan masing-masing.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya YPPM Maluku dalam membangun kesadaran kritis dan memperkuat ketahanan demokrasi di tingkat akar rumput, khususnya melalui peran aktif pemuda gereja.
Komentar Terbaru