oleh YPPM Maluku | Mar 2, 2026 | Berita
Buru, Maluku – YPPM Maluku bersama mitra kembali melaksanakan kegiatan Landing Monitoring Survey (LMS) dan Landing Profiling Survey (LPS) di Desa Bara, Kecamatan Air Buaya, Kabupaten Buru, selama Februari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemantauan hasil tangkapan nelayan secara berkala guna mendukung pengelolaan perikanan yang berkelanjutan berbasis data.

Pendataan dilaksanakan pada 4 dan 24 Februari 2026 dengan melakukan pencatatan langsung saat nelayan mendaratkan hasil tangkapannya. Melalui metode Landing Monitoring Survey dan Landing Profiling Survey, tim mengumpulkan berbagai informasi penting, mulai dari jenis ikan yang tertangkap, jumlah atau berat hasil tangkapan, alat tangkap yang digunakan, lokasi penangkapan, hingga waktu pendaratan.
Selama periode pendataan, hasil tangkapan nelayan didominasi oleh beberapa jenis ikan, seperti bubara, gaca, dan sikuda. Rata-rata hasil tangkapan mencapai lebih dari 4 kilogram dengan komposisi spesies yang bervariasi pada setiap pendaratan. Nelayan umumnya menggunakan rawai dan pancing dasar sebagai alat tangkap, dengan lokasi penangkapan berada di perairan sekitar Desa Bara. Aktivitas pendaratan hasil tangkapan berlangsung pada pagi maupun sore hari.

Data yang terkumpul kemudian dianalisis untuk memantau perubahan tren hasil tangkapan dari waktu ke waktu, mengidentifikasi spesies yang paling dominan didaratkan, serta menggambarkan karakteristik aktivitas perikanan di Desa Bara. Informasi tersebut menjadi dasar dalam mengevaluasi kondisi sumber daya ikan sekaligus menyusun rekomendasi pengelolaan perikanan yang lebih berkelanjutan.
Selain berfungsi sebagai bahan analisis, hasil pendataan yang dilakukan secara rutin setiap bulan juga menjadi data dasar (baseline) untuk kegiatan monitoring pada periode berikutnya. Data ini diharapkan dapat mendukung perencanaan program perikanan, baik di tingkat desa maupun daerah, sehingga kebijakan yang diambil dapat lebih tepat sasaran dan berbasis kondisi lapangan.
Pelaksanaan pendataan pada Februari menghadapi sejumlah tantangan. Kondisi gelombang laut yang tinggi dan cuaca yang kurang bersahabat menyebabkan sebagian besar nelayan ikan dasar belum dapat melakukan aktivitas penangkapan secara optimal. Situasi tersebut diperparah dengan keterbatasan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) serta kondisi beberapa perahu yang dinilai kurang aman untuk beroperasi pada musim ombak tinggi.
Dengan mempertimbangkan faktor keselamatan, banyak nelayan memilih mengurangi bahkan menghentikan sementara aktivitas melaut. Akibatnya, jumlah pendaratan ikan yang dapat dipantau selama Februari relatif lebih sedikit dibandingkan bulan-bulan ketika kondisi laut lebih mendukung.
Meskipun demikian, YPPM Maluku tetap berkomitmen melaksanakan pendataan secara berkala sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem informasi perikanan skala kecil di Desa Bara. Data yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi landasan dalam mendukung pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
oleh YPPM Maluku | Feb 6, 2026 | Berita
Desa Bara, – Yayasan Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (YPPM) Maluku bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Identifikasi Kelompok Pengelola dan Tim Pengawasan Pembentukan Koperasi Nelayan Desa Bara”.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah awal dalam pembentukan koperasi nelayan yang dikelola secara mandiri, yaitu dari nelayan, oleh nelayan, dan untuk nelayan. FGD melibatkan pemerintah desa, perwakilan nelayan, tokoh masyarakat, serta mitra pendamping.

Dalam kegiatan tersebut, peserta bersama-sama melakukan identifikasi calon pengurus koperasi, tim pengawas, serta membahas struktur kelembagaan yang sesuai dengan kebutuhan nelayan setempat. Proses ini dilakukan secara partisipatif guna memastikan keterwakilan dan transparansi dalam pengelolaan koperasi ke depan.

Perwakilan YPPM Maluku menyampaikan bahwa pembentukan koperasi nelayan merupakan salah satu upaya strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat pesisir. Melalui koperasi, nelayan diharapkan dapat meningkatkan posisi tawar, memperluas akses pasar, serta memperoleh layanan usaha yang lebih adil.
Para nelayan yang hadir menyambut baik rencana pembentukan koperasi ini. Mereka menilai bahwa koperasi dapat menjadi wadah bersama untuk mengelola usaha perikanan, simpan pinjam, hingga pemasaran hasil tangkapan secara kolektif.
Selain itu, dalam FGD juga dibahas mekanisme pengawasan internal guna memastikan pengelolaan koperasi berjalan secara profesional, akuntabel, dan sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan. Tim pengawasan nantinya akan berperan dalam menjaga transparansi dan kepercayaan anggota.
Pemerintah Desa Bara turut menyatakan dukungannya terhadap inisiatif ini dan berkomitmen untuk mendampingi proses pembentukan koperasi sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan proses pembentukan koperasi nelayan Desa Bara dapat segera terwujud dan menjadi motor penggerak peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.
oleh YPPM Maluku | Feb 6, 2026 | Berita
Desa Bara, – Yayasan Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (YPPM) Maluku bekerja sama dengan Blue Ventures Indonesia menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Digital Consent Form” bersama pemerintah desa, nelayan, dan pembeli hasil perikanan di Desa Bara.

Kegiatan ini bertujuan untuk meminta persetujuan para nelayan dalam rangka pelaksanaan pendataan secara rutin dan berkelanjutan. Pendataan tersebut diharapkan dapat mendukung pengelolaan perikanan yang lebih baik serta meningkatkan keterbukaan informasi mengenai potensi nelayan Desa Bara.
FGD berlangsung secara partisipatif dengan melibatkan berbagai pihak terkait, mulai dari aparat pemerintah desa, perwakilan nelayan, hingga pembeli ikan. Dalam diskusi tersebut, tim YPPM Maluku dan Blue Ventures Indonesia menjelaskan manfaat pendataan digital, mekanisme pengumpulan data, serta jaminan keamanan dan kerahasiaan informasi nelayan.

Melalui kegiatan ini, para nelayan Desa Bara menyatakan persetujuan dan dukungannya terhadap pelaksanaan pendataan rutin. Mereka menilai bahwa kegiatan ini dapat membantu mempromosikan potensi perikanan lokal, memperluas akses pasar, serta meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Salah satu perwakilan nelayan menyampaikan bahwa pendataan digital akan memudahkan masyarakat luas untuk mengenal aktivitas dan hasil tangkapan nelayan Desa Bara. Dengan demikian, diharapkan produk perikanan lokal dapat lebih dikenal dan memiliki nilai jual yang lebih baik.
Perwakilan YPPM Maluku menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian

dari upaya memperkuat tata kelola perikanan berbasis masyarakat. Pendataan yang dilakukan secara rutin akan menjadi dasar dalam penyusunan program pemberdayaan nelayan ke depan.
Sementara itu, Blue Ventures Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat pesisir dalam pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan. Melalui sistem pendataan yang transparan dan akuntabel, diharapkan praktik perikanan ramah lingkungan dapat terus dikembangkan.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, YPPM Maluku dan Blue Ventures Indonesia berharap terjalin sinergi yang kuat antara masyarakat, pemerintah desa, dan mitra pendukung. Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong kemajuan sektor perikanan Desa Bara serta meningkatkan eksposur nelayan kepada masyarakat luas.
oleh YPPM Maluku | Jan 29, 2026 | Berita
Buru, Maluku – YPPM Maluku bersama mitra melaksanakan kegiatan Landing Monitoring Survey (LMS) dan Landing Profiling Survey (LPS) di Desa Bara, Kecamatan Air Buaya, Kabupaten Buru, selama Januari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memantau tren hasil tangkapan nelayan sekaligus mengumpulkan informasi mengenai karakteristik nelayan dan unit usaha penangkapan sebagai bagian dari upaya mendukung pengelolaan perikanan yang berkelanjutan.
Pendataan dilakukan pada 15, 16, 23, dan 28 Januari 2026, bertepatan dengan waktu nelayan mendaratkan hasil tangkapannya. Dalam pelaksanaannya, tim melakukan pencatatan terhadap berbagai informasi penting, seperti jenis ikan yang ditangkap, jumlah atau berat hasil tangkapan, alat tangkap yang digunakan, lokasi penangkapan, hingga waktu pendaratan ikan.

Selain itu, melalui Landing Profiling Survey, tim juga mengumpulkan data mengenai karakteristik nelayan dan unit penangkapan, meliputi jenis kapal, alat tangkap, wilayah operasi penangkapan, serta profil usaha penangkapan. Informasi ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam memahami kondisi perikanan skala kecil di Desa Bara secara lebih komprehensif.
Hasil pendataan menunjukkan bahwa tangkapan nelayan Desa Bara didominasi oleh ikan-ikan demersal atau ikan dasar yang hidup di sekitar ekosistem terumbu karang. Beberapa spesies yang paling sering ditemukan antara lain kakap, kerapu, lencam, baronang, serta berbagai jenis ikan karang lainnya. Temuan tersebut mencerminkan karakteristik perairan Desa Bara yang kaya akan habitat terumbu karang dan menjadi sumber utama mata pencaharian nelayan setempat.

Selama periode pendataan, seluruh data masih dicatat menggunakan formulir manual. Hal ini dilakukan karena proses finalisasi data referensi yang menjadi dasar pengisian formulir digital Kobo Form masih berlangsung. Meskipun demikian, seluruh proses pencatatan dilakukan secara sistematis guna menjaga kelengkapan, ketelitian, dan validitas data. Data yang telah dikumpulkan akan diverifikasi terlebih dahulu sebelum diinput ke dalam sistem digital setelah referensi data tersedia.

Pelaksanaan kegiatan pada Januari juga menghadapi sejumlah tantangan. Kondisi cuaca yang kurang bersahabat, seperti angin kencang dan gelombang yang relatif tinggi, menyebabkan hanya sebagian kecil nelayan yang melaut selama periode pengamatan. Demi keselamatan, banyak nelayan memilih untuk tidak melakukan aktivitas penangkapan sehingga kegiatan pendataan tidak dapat dilakukan setiap hari, melainkan hanya pada saat terdapat nelayan yang melakukan pendaratan hasil tangkapan.
Meski menghadapi kendala cuaca, kegiatan Landing Monitoring Survey dan Landing Profiling Survey tetap berjalan dengan baik dan menghasilkan data awal yang penting untuk mendukung pemantauan perikanan skala kecil di Desa Bara. YPPM Maluku berkomitmen untuk terus mendukung pengumpulan data perikanan yang akurat sebagai landasan dalam mendorong pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan dan berbasis data di tingkat masyarakat pesisir.
oleh YPPM Maluku | Des 23, 2025 | Berita
YPPM Maluku bersama Blue Ventures melaksanakan kegiatan community profiling melalui diskusi bersama perangkat desa di Desa Bara. Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi sosial, tata kelola desa, serta potensi dan tantangan perikanan yang dihadapi masyarakat pesisir.

Diskusi difokuskan pada peran perangkat desa dalam pengelolaan sumber daya laut, kebijakan dan aturan lokal yang telah berjalan, serta peluang kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat dalam mendukung praktik perikanan berkelanjutan. Melalui proses ini, suara dan pengetahuan lokal menjadi dasar penting dalam perencanaan program yang kontekstual dan berpihak pada kebutuhan desa.

Hasil community profiling ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara masyarakat dan pemerintah desa, serta menjadi landasan dalam merancang intervensi program yang berkelanjutan, adil, dan selaras dengan kondisi lokal di Desa Bara.