082311771819 yppm.maluku@gmail.com

Buru, Maluku – YPPM Maluku bersama mitra terus melaksanakan kegiatan Landing Monitoring Survey (LMS) dan Landing Profiling Survey (LPS) di Desa Bara, Kecamatan Air Buaya, Kabupaten Buru. Pada periode 16 April dan 8 Mei 2026, kegiatan pendataan kembali dilakukan untuk memantau tren hasil tangkapan nelayan serta mengidentifikasi spesies ikan yang dominan sebagai bagian dari upaya mendukung pengelolaan perikanan yang berkelanjutan.

Meskipun kondisi cuaca dan gelombang laut masih belum sepenuhnya bersahabat, proses pendataan di lapangan tetap berlangsung dengan baik dan konsisten. Enumerator melakukan pencatatan langsung terhadap setiap pendaratan ikan di Desa Bara dengan mengumpulkan informasi mengenai jenis ikan, berat hasil tangkapan, lokasi pendaratan, serta data pendukung lainnya yang diperlukan untuk memperkuat basis data perikanan skala kecil.

Hasil pendataan menunjukkan bahwa pendaratan hasil tangkapan selama periode April hingga Mei didominasi oleh beberapa jenis ikan, yaitu Bubara, Garopa, dan Sikuda. Berat hasil tangkapan yang tercatat umumnya berkisar antara 3–4 kilogram pada setiap kali penimbangan, yang menunjukkan bahwa sebagian besar hasil tangkapan masih didominasi oleh ikan berukuran sedang.

Seluruh aktivitas pendaratan hasil tangkapan berlangsung di Desa Bara sebagai lokasi utama pendataan. Data yang dikumpulkan secara rutin diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai dinamika produksi perikanan, sekaligus menjadi dasar dalam penyusunan program pengelolaan sumber daya perikanan yang lebih efektif dan berbasis data.

Namun demikian, pelaksanaan pendataan pada periode ini juga menghadapi sejumlah tantangan. Aktivitas penangkapan ikan mengalami penurunan yang cukup signifikan sehingga jumlah pendaratan yang menjadi objek pendataan ikut berkurang. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh cuaca laut yang belum membaik, dengan gelombang tinggi dan hujan yang terjadi secara terus-menerus. Demi keselamatan, banyak nelayan memilih untuk mengurangi bahkan menunda aktivitas melaut hingga kondisi perairan kembali normal.

Selain faktor cuaca, keterbatasan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) turut menjadi kendala bagi nelayan. Letak Desa Bara yang relatif jauh dari pusat Kecamatan Air Buaya menyebabkan distribusi BBM tidak selalu berjalan lancar, sehingga memengaruhi kemampuan nelayan untuk melakukan operasi penangkapan secara rutin.

Menghadapi situasi tersebut, sebagian kelompok nelayan melakukan diversifikasi mata pencaharian sebagai strategi untuk menjaga pendapatan keluarga. Selain menggantungkan hidup dari sektor perikanan, masyarakat Desa Bara juga memanfaatkan potensi pertanian skala kecil dengan mengolah kelapa menjadi kopra, membudidayakan pisang, singkong, serta berbagai tanaman pangan berumur pendek. Aktivitas tersebut menjadi sumber penghasilan alternatif, terutama pada saat musim tangkap tidak produktif akibat kondisi cuaca yang kurang mendukung.

Melalui kegiatan Landing Monitoring Survey dan Landing Profiling Survey yang dilakukan secara berkala, YPPM Maluku terus berkomitmen memperkuat sistem pendataan perikanan di Desa Bara. Data yang dihasilkan menjadi landasan penting dalam memantau kondisi sumber daya perikanan, mendukung perencanaan program berbasis bukti, serta mendorong pengelolaan perikanan yang berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.