Sentul, 17–19 September 2025 – Yayasan Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (YPPM) Maluku turut serta dalam Pelatihan Keamanan Digital dan Analisis Ekonomi Politik untuk Demokrasi yang diselenggarakan di Hotel Harris, Sentul City, Bogor. Kegiatan ini difasilitasi langsung oleh SAFEnet (Southeast Asia Freedom of Expression Network) sebagai lembaga yang fokus pada isu kebebasan berekspresi dan perlindungan digital, serta didukung oleh Program Democratic Resilience (DemRes) The Asia Foundation (TAF) dan Kementerian Luar Negeri Australia (DFAT).
Pelatihan ini menekankan pentingnya penguatan kapasitas organisasi masyarakat sipil dalam menghadapi ancaman keamanan digital. Peserta dibekali pemahaman mengenai kebersihan perangkat, keamanan akun, manajemen identitas, hingga perlindungan komunikasi di ruang digital.
YPPM Maluku hadir melalui perwakilannya, Naam Seknun dan Isabella Lefmanut, yang mengikuti rangkaian materi dan diskusi. Keterlibatan ini menjadi langkah penting bagi YPPM Maluku untuk memperkuat kapasitas kelembagaan dalam menghadapi tantangan advokasi di era digital.
Selain YPPM Maluku, pelatihan ini juga diikuti oleh sejumlah organisasi masyarakat sipil dari berbagai daerah, termasuk Gerakan Anti Korupsi (GeRAK Aceh), Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI), Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB), hingga Setara Institute.
Dengan mengikuti pelatihan ini, YPPM Maluku diharapkan dapat membawa pulang pembelajaran strategis untuk meningkatkan perlindungan digital di Maluku serta memperkuat peran masyarakat sipil dalam menjaga demokrasi.

Komentar Terbaru