082311771819 yppm.maluku@gmail.com

Buru, 8 Mei 2026 – Yayasan Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (YPPM) Maluku kembali melaksanakan pendampingan rutin bagi Kelompok Simpan Pinjam (Village Savings and Loan Association/VSLA) di Desa Bara, Kecamatan Air Buaya, Kabupaten Buru. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas kelompok dalam mengelola tabungan, administrasi keuangan, serta meningkatkan partisipasi anggota secara berkelanjutan.

Pendampingan diikuti oleh 18 peserta yang terdiri atas 17 laki-laki dan 1 perempuan. Pada pertemuan kali ini, dua kelompok simpan pinjam, yaitu Waibia Indah dan Sinar Air Batang, melaksanakan rapat secara bersama dalam satu forum. Pendekatan ini dilakukan untuk mendorong pertukaran pengalaman, memperkuat kerja sama antarkelompok, serta meningkatkan efektivitas proses pendampingan.

Selama kegiatan berlangsung, setiap anggota mendapat kesempatan secara bergiliran untuk memimpin jalannya rapat dengan didampingi oleh enumerator lapangan. Metode tersebut bertujuan membangun rasa tanggung jawab, meningkatkan kepercayaan diri anggota, serta memperkuat kepemimpinan di tingkat kelompok.

Diskusi berlangsung aktif dengan membahas berbagai dinamika yang dihadapi kelompok, termasuk evaluasi kehadiran anggota pada bulan sebelumnya, perkembangan jumlah tabungan yang telah terkumpul, serta pembagian tugas dan fungsi pengurus secara bergilir agar setiap anggota memiliki pemahaman yang sama terhadap pengelolaan kelompok.

Meskipun menunjukkan perkembangan yang positif, proses pendampingan juga menemukan sejumlah tantangan yang masih perlu mendapatkan perhatian. Beberapa anggota Kelompok Waibia Indah belum melakukan tabungan secara tertib, sebagian anggota masih terlambat melakukan pembayaran tabungan, dan administrasi keuangan kelompok masih memerlukan pendampingan agar pencatatan dapat dilakukan secara lebih rapi dan akuntabel.

Melalui pendampingan rutin ini, YPPM Maluku terus berkomitmen mendukung penguatan kapasitas kelompok simpan pinjam di Desa Bara agar mampu mengelola keuangan secara mandiri, transparan, dan berkelanjutan. Diharapkan, peningkatan tata kelola kelompok akan berkontribusi pada penguatan ekonomi masyarakat serta mendukung kesejahteraan anggota dalam jangka panjang.