082311771819 yppm.maluku@gmail.com

Ambon, 4 September 2025 — Yayasan Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (YPPM) Maluku menyelenggarakan diskusi bertajuk Diskusi Peran Media dalam Meredam Konflik Sosial dan Hoaks “Media sebagai Penyeimbang Konflik: Menjaga Ruang Publik yang Damai” pada Kamis (4/9/2025) di Carita Café, Gunung Malintang. Acara ini dihadiri sekitar 30 peserta yang terdiri dari jurnalis, aktivis, komunitas, hingga koalisi muda DemRes.

Diskusi dipandu oleh Iftyn Yuninda dengan menghadirkan dua narasumber utama, yakni Rahma Verolyn Sintya Alaidrus selaku Wartawan, serta Jusmalinda Holle perwakilan dari Komnas HAM Provinsi Maluku.

Dalam pemaparannya, Rahma Verolyn Sintya Alaidrus atau disapa akrab “Ipeh” menekankan pentingnya jurnalis menjaga prinsip keberimbangan, terutama ketika meliput konflik sosial. “Media jangan sampai menjadi alat pemicu konflik dengan menyebarkan narasi provokatif atau hoaks. Sebaliknya, media harus hadir untuk memberi informasi yang akurat, adil, dan menenangkan publik,” ujarnya.

Sementara itu, Jusmalinda Holle dari Komnas HAM Provinsi Maluku menyoroti peran media sebagai jembatan dialog di tengah masyarakat. “Pemberitaan yang sensitif terhadap isu HAM dan keberagaman sangat penting agar ruang publik tetap damai. Media perlu mengedepankan empati, bukan hanya sekadar mengejar sensasi,” jelasnya.

Kegiatan ini menghasilkan sejumlah rekomendasi praktis bagi insan media, antara lain mendorong penerapan jurnalisme damai, menghindari framing yang bias, serta memperkuat literasi publik dalam menangkal hoaks.

Dengan adanya forum seperti ini, YPPM Maluku berharap media di Maluku dapat semakin berperan sebagai agen perdamaian, menjaga keseimbangan informasi, sekaligus memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.